Minggu, 04 September 2011

Kosa Kata Bahasa Jepang

KATA GANTI 
Saya = watashi, watakushi, shousa, boku, atashi, ore
Kami = watashitachi, bokutachi, bokura, atashitachi, oretachi
Kamu = anata, kimi, omae
Kamu sekalian = anatagata, kimitachi, omaera
Dia (laki) = kare, karera (jamak)
Dia (perempuan) = kanojo, kanojora (jamak)
Ini = kore, korera (jamak)
Itu = sore, are, sorera (jamak), arera (jamak)

GREETING 
Selamat = omedetou (gozaimasu)
Selamat ulang tahun = tanjoubi omedetou
Selamat pagi = ohayou (gozaimasu)
Selamat siang = konnichiwa
Selamat malam = konbanwa
Selamat datang = youkoso, itteirasai
Selamat tinggal = sayonara
Selamat istirahat = oyasumi (nasai)
Apa kabar = ogenki desuka, o kigen ikaga desuka (formal)
Sampai jumpa lagi = mata aimashou, itte mairimasu

Spada = gomen kudasai
Permisi = shitsureishimasu
Silakan = douzo
Maaf = sumimasen, gomen (nasai)
Terimakasih = doumo, arigatou (gozaimasu)
Terimakasih kembali = dou itashimashite
Iya = hai
Tidak = iie
Saya berangkat = ittekimasu
Selamat jalan = itterasshai
Saya pulang = tadaima
Selamat datang = okaeri (nasai)
Selamat makan = itadakimasu
Terimakasih utk hidangannya = gochisousama deshita

ANGKA (BANGO) 
1 = Ichi
2 = Ni
3 = San
4 = Shi/ yon
5 = Go
6 = Roku
7 = Sichi/ nana
8 = Hachi
9 = Ku/ kyuu
10 = Juu
11 = Juuichi
12 = Juuni
13 = Juusan
14 = Juushi/ juuyon
15 = Juugo
16 = Juuoku
17 = Juusichi/ juunana
18 = Juuhachi
19 = Juukyuu
20 = Nijuu
21 = Nijuuichi
22 = Nijuuni
23 = Nijuusan
30 = Sanjuu
37 = Sanjuunana
40 = Shijuu
50 = Gojuu
60 = Rokujuu
70 = Nanajuu
80 = Hachijuu
90 = Kujuu
100 = Hyaku
101 = Hyakuichi
110 = Hyakujuu
172 = Hyakunanajuuni
1.000 = Sen
1997 = Sen.kyuuhyaku.kyuujuu.nana
2.000 = Nisen
10.000 = Man/ ichiman
1.000.000 = Hyakuman

HARI-HARI (HIBI) 
Minggu = Nichiyoubi
Senin = Getsuyoubi
Selasa = Kayoubi
Rabu = Suiyoubi
Kamis = Mokuyoubi
Jumat = Kinyoubi
Sabtu = Doyoubi

Pagi = asa
Menjelang siang = gozen
Siang = hiru
Menjelang sore = gogo
Sore = yuugata
Malam = yoru/ ban

2 hari lalu = ototoi
Kemarin = kinou
Hari ini = kyou
Besok = ashita
2 hari lagi = asatte
Dulu = mukashi
Sekarang = ima
Masa depan = mirai/ shorai

Minggu/ pekan = shuu
Minggu depan = rai shuu

TANGGAL 
Tanggal 1 = Tsuitachi
Tanggal 2 = Futsuka
Tanggal 3 = Mikka
Tanggal 4 =Yokka
Tanggal 5 = Itsuka
Tanggal 6 = Muika
Tanggal 7 = Nonoka
Tanggal 8 = Youka
Tanggal 9 = Kokonoka
Tanggal 10 = Toka
Tanggal 11 = Juuichi nichi
Tanggal 12 = Juuni ichi
Tanggal 14 = Juuyokka
Tanggal 19 = Juukyuu nichi
Tanggal 20 = Hatsuka
Tanggal 21 = Nijuuichi nichi
Tanggal 23 = Nijuusan nichi
Tanggal 24 = Nijuuyokka
Tanggal 30 = Sanjuu nichi
Tanggal 31 = Sanjuuichi nichi


NAMA BULAN .:rumus: bilangan pokok + gatsu:.
Januari = Ichigatsu
Februari = Nigatsu
Maret = Sangatsu
April = Yongatsu/ shigatsu
Mei = Gogatsu
Juni = Rokugatsu
Juli = Sichigatsu/ nanagatsu
Agustus = hachigatsu
September = kugatsu
Oktober = juugatsu
November = juuichigatsu
Desember = juunigatsu

Bulan = getsu
Bulan lalu = sengetsu
Bulan ini = kongetsu
Bulan depan = raigetsu

MUSIM (KISETSU) 
Musim panas = natsu
Musim gugur = aki
Musim dingin = fuyu
Musim semi = haru
Empat musim = shiki

Tahun = nen/ toshi
Tahun lalu = kyonen
Tahun ini = konnen/ kotoshi
Tahun depan = rainen

KET. TEMPAT 

Di atas = ue ni
Di bawah = shita ni
Di dalam = naka ni
Di luar = soto ni
Kanan = migi
Kiri = hidari
Di depan = mae ni
Di belakang = ushiro ni
Di samping = tonari ni

ANGGOTA TUBUH 
Rambut = kami (no ke)
Kepala = atama
Mata = me
Hidung = hana
Telinga = mimi
Gigi = ha
Mulut = kuchi
Tenggorokan = nodo
Dada = mune
Perut = onaka, hara
Pusar = heso
Lengan = ude
Tangan = te
Jari = yubi
Kaki = ashi
Kuku = tsume

WARNA 

Hitam = kuro
Putih = shiro
Merah = akai
Biru = aoi
Hijau = midori
Kuning = soiro
Ungu = murasaki
Abu-abu = haiiro
Jingga = orenjiiro
Pink = momoiro
Perak = giniro
Emas = kiniro

Partikel 'de' dan 'ni'

Partikel 'de'
Bisa berfungsi sebagai kata depan yang berarti 'di' jika digunakan dengan kata kerja yang mengandung gerak.
学生は教室で日本語を勉強しています。
Gakusei wa kyoushitsu de nihongo o benkyou shite imasu.
Siswa sedang belajar di kelas.

Berarti 'dengan' (menggunakan alat).
日本人ははしでご飯を食べます。
nihonjin wa hashi de gohan o tabemasu.
Orang Jepang makan nasi dengan sumpit.

私は日本語でレポートを書きます。
Watashi wa nihongo de repouto o kakimasu.
Saya menulis laporan dengan bahasa Jepang.

Berarti 'se~' untuk menyatakan cakupan tertentu.
野村さんは教室で一番上手です。
Nomura san wa kyoushitsu de ichiban jouzu desu.
Nomura sekelas paling pintar

バリは世界で有名な観光地です。
Bari wa sekai de yuumei na kankouchi desu.
Bali adalh tempat yang terkenal sedunia.

Partikel 'ni''

Partikel NI bisa berarti 'pada; di'
Berarti 'pada' mengikuti keterangan waktu.
妹は八時に学校へ行きます。
Imouto wa hachiji ni gakkou e ikimasu.
Adik pergi ke sekolah pada jam delapan.

Berarti 'di' jika diikuti kata kerja yang statis, tidak mengandung gerak atau aktifitas lainnya.
私はスマランに住んでいます。
Watashi wa Sumaran ni sunde imasu.
Saya tinggal di Semarang.

本は机の上にあります。
Hon wa tsukue no ue ni arimasu.
Buku ada di atas meja.


Berarti 'ke' jika diikuti verba 'ikimasu'

田中さんは事務所に行きます。
Tanaka san wa jimusho ni ikimasu.
Pak Tanaka pergi ke kantor.

Berarti 'kepada'
母は妹に手紙を出します。
Haha wa imouto ni tegami o dashimasu.
Ibu mengirim surat kepada adik perempuan.

Berarti 'dari' jika diikuti kata kerja yang mengalami perpindahan.
私は友達に本をもらいます。
watashi wa tomodachi ni hon o moraimasu. (ni bisa diganti kara)
Saya menerima buku dari teman.

Kata sifat

Kata sifat
1. Jenis kata sifat
Kata sifat dalam bahasa Jepang digolongkan ke dalam dua type, ada yang menyatanya sebagai kata sifat I dan kata sifat II atau juga ada yang mengatakan sebagai kata sifat i dan na.
Kata sifat I atau kata sifat i adalah kata sifat yang berakhiran ii, ai, ui, dan oi.
Contoh:
tanoshii (bahagia), takai (tinggi), samui (dingin), shiroi (putih)
Kata sifat II atau kata sifat na, yaitu kata sifat yang selain berakhiran pada kata sifat I.
Contoh:
shizuka (tenang), shinsetsu (ramah) kirei (cantik)
2. Posisi kata sifat
Kata sifat dalam bahasa Jepang diletakkan mendahului kata yang disifatinya.
Misalnya:
samui tokoro (tempat yang dingin),
shinsetsu na sensei (dosen yang ramah)
Perhatikan bahwa kata samui dan shinsetsu adalah kata sifat, diletakkan sebelum kata yang disifatinya (tokoro, sensei).
Untuk kata sifat II (shinsetsu) selalu disisipi partikel na jika berposisi sebagai kata yang menyifati kata lainnya seperti pada contoh di atas.
3. Kata sifat bentuk negatif
Bahasa Jepang mengenal kata sifat bentuk negatif.
Kata sifat I, akhiran 'i' diubah menjadi 'kunai'.
omoshiroi (menarik) menjadi omoshirokunai (tidak menarik)
samui (dingin) menjadi samukunai (tidak dingin)
Kata sifat II, ditambah kata ja nai atau dewa nai.
shinsetsu ja nai (tidak ramah)
shizuka dewa nai (tidak tenang)
Contoh kalimat.
1. あの山は高いです。
Ano yama wa takai desu. (Gunung itu tinggi)
2. あの山は高くないです。
Ano yama wa takakunai desu. (Gunung itu tidak tinggi)
3. それは高い山です。
Sore wa takai yama desu. (Itu gunung yang tinggi)
4. それは高くない山です。
Sore wa takakunai yama desu. (Itu gunung yang tidak tinggi)
5. 彼女はきれいです。
Kanojo wa kirei desu. (Dia cantik)
6. 彼女はきれいな女です。
Kanojo wa kirei na onna desu. (Dia wanita yang cantik)
7. 彼女はきれいじゃありません。
Kanojo wa kirei ja arimasen. (Dia tidak cantik)
8. 彼女はきれいじゃない女です。
Kanojo wa kirei ja nai onna desu. (Dia wanita yang tidak cantik)

4. Kata sifat bentuk lampau ~ katta, datta
Bahasa Jepang mengenal kata sifat dalam bentuk lampau. Perubahan bentuk lampau memiliki aturan sebagai berikut:
Kata sifat I: akhiran i berubah menjadi katta
samui (dingin) menjadi samukatta
atsui (panas) menjadi atsukatta
hirokunai (tidak luas) menjadi hirokunakatta.
Kata sifat II: mendapat tambahan datta
suki (suka) menjadi suki datta
kirei (bersih; cantik) menjadi kirei datta.
shizuka denai (tidak tenang) menjadi shizuka denakatta.
*datta berasal dari deshita (bentuk lampau dari desu)
Misalnya:
a.十年前、ここは寒かったですが、最近あついですね。
Juunen mae, koko wa samukatta desu ga, saikin atsui desu ne.
(Sepuluh tahun lalu, di sini dingin, tapi sekarang-sekarang ini panas ya)

b. むかし、この町はきれいだったが、さいきんごみがあちこちに積み上がっているね。
Mukashi, kono machi wa kirei datta ga, saikin gomi ga achi kochi ni tsumiagatte iru ne.
Dulu kota ini bersih, tapi sekarang sampah bertumpuk di mana-mana ya)

5. Kata sifat dalam bentuk sambung
Kata sifat bentuk ini digunakan apabila kita ingin menggabungkan dua atau lebih kata sifat, atau penggabungan dua kalimat yang berakhiran kata sifat. Dalam bahasa Indonesia bisa berarti dan atau tapi (bahasan tingkat lanjut).

Kata sifat I : akhiran i berubah menjadi kute

Kata sifat II: mendapat tambahan de
Misalnya:
a. このかばんは安くて模様が流行している。
Kono kaban wa yasukute moyou ga ryuukou shite iru.
(Tas ini murah dan (tapi) coraknya populer)


b. 田中さんは親切で頭がいいです。

Tanaka san wa shinsetsu de atama ga ii desu.
(Tanaka orang yang ramah dan pintar)

Jika  dalam bentuk negatif maka menjadi:

この料理はおいしくなくて値段が高いです。
Kono ryouri wa oishikunakute nedan ga takai desu.
(Masakan ini tidak enak dan mahal)


この部屋はきれいでなくてにおいがわるいだね
Kono heya wa kirei denakute nioi ga warui da ne.
(Kamar ini tidak bersih dan bau)

Kata Penunjuk benda

これkore (ini):   untuk menunjukkan benda yang dekat dengan Si pembicara.
それ sore (itu): untuk menunjukkan benda yang dekat dengan lawan bicara.
あれ are (itu):   untuk menunjukan benda yang posisinya jauh dengan Pembicara dan lawan bicara atau jauh dari keduanya.
Contoh:

1. Kore wa hon desu. (Ini buku)
これはほんです。
2. Sore wa enpitsu desu. (Itu pensil)
それはえんぴつです。

3. Are wa nan desu ka. (Itu apa?)
あれはなんですか。

4. Are wa kaban desu. (Itu tas)
あれはかばんです。

5. Sore mo kaban desu ka (Itu juga tas?)
それもかばんですか。


Wa berubah menjadi mo bila berarti juga.

KONO この ~          : ~ ini
SONO  その~           : ~ itu
ANO  あの~             : ~ itu

Kata tunjuk kore, sore, are berubah menjadi kono, sono, ano bila berfungsi sebagai ‘partikel' seperti kata ‘the' dalam bahasa Inggris.( the book, the table, this book, this table dll). Kata kono, sono, ano tidak bisa berdiri sendiri seperti halnya kore, sore, dan are.
Contoh:

1. Kore wa hon desu. (Ini buku)
これは本(ほん)です。

Kono hon wa watashi no desu. (Buku ini punya saya)
この本(ほん)は私(わたし)のです。

2. Sore wa kaban desu. (Itu tas)
それはかばんです。

Sono kaban wa dare no desu ka. (Tas itu punya siapa?)
そのかばんは誰(だれ)のですか。

3. Are wa enpitsu desu (Itu pensil)
あれはえんぴつです。

Ano enpitsu wa nagai desu. (Pensil itu panjang)
あのえんぴつはながいです。


Partikel "no" untuk menyatakan kepunyaan. Dalam bahasa Jepang susunannya terbalik sebagai berikut;
Watashi no ( punya saya)
Watashi no hon (buku punya saya)
Kore wa watashi no hon desu. (Ini buku punya saya)

Struktur Kalimat

POLA:  [SUBJEK + KETERANGAN + OBJEK + KATA KERJA]
Pola kalimat bahasa Jepang berbeda dengan kalimat bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia berpola: Subjek-Verba-Objek, sedangkan bahasa Jepang, berpola Subjek-Objek-Verba. Jika ada kata keterangan, maka kata keterangan tersebut diletakan sebelum subjek atau sesudah subjek.
Contoh:
1. 私は行きます。(Watashi wa ikimasu) 'Saya pergi'
2. 私は三時に行きます。(Watashi wa san-ji ni ikimasu) 'Saya pergi pada jam tiga.',
3. 私は漫画を読みます。(Watashi wa manga o yomimasu) 'Saya membaca komik'.
4. 私は教室で漫画を読みます。(Watashi wa kyoushitsu de manga o yomimasu.) 'Saya membaca komik di kelas)
Kalimat (1) berpola: Subjek-Verba, kalimat (2) berpola: Subjek-Keterangan-Verba, kalimat (3) berpola: Subjek-Objek-Verba, dan kalimat (4) berpola: Subjek-Keterangan-Objek-Verba.
Perhatikan bahwa ciri khas Verba dalam struktur kalimat bahasa Jepang selalu diletakkan di akhir kalimat. Apabila kalimat tersebut memuat objek yang diikuti kata kerja transitif (kata kerja langsung mengenai tindakan) maka di belakang Objek tersebut selalu diikuti partikel 'O'. (lih. artikel tentang topik 'kalimat berobjek')

Kalimat Berobjek

Kalimat yang mengandung objek dalam bahasa Jepang. Objek dalam bahasa Jepang selalu ditandai partikel "o" di belakangnya, sebagaimana subjek yang selalu diikuti "wa".
Sebelumnya mari kita bandingkan terlebih dahulu dengan pola kalimat bahasa Indonesia berikut,

Saya membaca buku
subjek     kata kerja     objek

Dalam bahasa Jepang menjadi berpola,
Subjek - wa - objek - o - kata kerja

Watashi wa hon o yomimasu.
Saya          buku     membaca
私(わたし)は本(ほん)を読(よ)みます。

Anata wa pan o tabemasu.
Kamu      roti    makan
あなたはパンを食(た)べます。

"o" pada kalimat di atas adalah joshi (kata bantu/partikel) sebagai penanda objek.


Contoh:

1. Imōto wa tegami o kakimasu.
妹(いもうと)は手紙(てがみ)を書(か)きます。
(Adik (pr) menulis surat)


2. Kanojo wa sono eiga o mimasen.
彼女(かのじょ)はその映画(いえが)を見(み)ません。
(Dia(pr) tidak melihat film itu)


3. Anata wa kinō ocha o nomimashita ka.
あなたは昨日(きのう)お茶(ちゃ)を飲(の)みましたか。
(Apakah kamu kemarin minum teh ?)


Partikel to/to issho ni artinya " dan/dengan/bersama dengan".
Partikel de artinya "dengan/naik (menggunakan alat)"
Partikel ~ kara ~ made artinya "dari ~ sampai ~"


1. Nihonjin wa hashi de gohan o tabemasu.
日本人(にほんじん)ははしでご飯(はん)を食(た)べます。
(Orang Jepang makan nasi dengan sumpit)


2.  Watashi wa basu de daigaku e ikimasu.
私(わたし)はバスで大学(だいがく)へ行(い)きます。
(Saya pergi ke kampus dengan/naik bis)


3.  Ano hito wa Nomura-san to issho ni depãto e ikimasu.
あの人(ひと)はのむらさんといっしょにデパートへ行(い)きます。
(Orang itu pergi ke departement store bersama Nomura)


4. Watashi wa 7-ji kara 12-ji made benkyō shimasu.
私(わたし)は七時(しちじ)から十二時(じゅうにじ)まで勉強(べんきょう)します。
(Saya belajar dari jam tujuh sampai jam dua belas)


5.   Otōsan wa getsuyōbi kara doyōbi made hatarakimasu.
おとうさんは月曜日(げつようび)から土曜日(どようび)まで働(はたら)きます。
(Ayah bekerja dari hari Senin sampai hari Sabtu)

Pola Kalimat Dasar

Bahasa Jepang memiliki dua tipe kalimat sederhana, yaitu kalimat yang memiliki kata kerja dan kalimat yang tidak memiliki kata kerja. Kalimat yang tidak memiliki kata kerja umumnya diakhiri kopula 'desu', meski dalam bahasa jepang tingkat lanjut, kata 'desu' ini sering juga dihilangkan yang tentunya dengan memperhatikan konteks tertentu. Sedangkan kalimat yang memiliki kata kerja, biasanya kalimat tersebut diakhiri dengan kata kerja itu sendiri, susunan kalimatnya silahkan Anda pelajari dalam topik yang membahas tentang kata kerja. Pada bahasan kali ini kita akan membahas mengenai kalimat yang tidak memiliki kata kerja.

Pola ~ wa ~ desu. (kalimat positif)

1. わたしはがくせいです。
watashi wa gakusei desu. (saya siswa)
2. かれはびょうきです。
kare wa byouki desu (dia sakit)
3. これはひとつです。
kore wa hitotsu desu. (Ini satu buah)
4. たなかさんはやさしいです。
Tanaka-san wa yasashii desu. (Mr. Tanaka ramah)
5. それはわたしのほんです。
Sore wa watashi no hon desu. (Itu buku saya)
Perhatikan bahwa, wa pada konteks tertentu bisa diartikan sebagai 'adalah' dalam bahasa indonesia. Kata sebelum wa berupa subjek, pokok kalimat, atau pun topik kalimat, dan kata antara wa dan desu bisa berupa kata benda (kalimat 1), kata keadaan (kalimat 2), kata bilangan (kalimat 3), kata sifat (kalimat 4), frase (kalimat 5), dan lain-lain, pada prinsipnya bukan berupa kata kerja.
Untuk membentuk kalimat Interogatif (kalimat tanya), di akhir kalimat tinggal ditambahkan 'ka'.
1. それはあなたのほんですか。Sore wa anata no hon desu ka. (Apakah itu buku kamu?)
2. やまだせんせいはやさしいですか。Yamada sensei wa yasashii desu ka. (Apakah Pak Yamada ramah?)
Sedangkan untuk mengubah ke bentuk kalimat negatif tinggal mengganti desu menjadi dewa arimasen atau ja arimasen.
1. かれははやしさんじゃありません。Kare wa Hayashi-san ja arimasen.(Dia bukan Hayashi)
2. これはほんではありません。Kore wa hon dewa arimasen. (Ini bukan buku)
dewa arimasen/ja arimasen tidak bisa diterapkan pada kata sifat yang berakhiran ii, ai, oi, dan ui. (kalimat 4), karena kata sifat tersebut memiliki bentuk negatif sendiri. (lihat bahasan tentang kata sifat)